"Kita memang berharap beharap selesai, tapi ketika kita targetkan satu atau dua bulan takutnya tidak selesai, karena panjang pengurusannya. Itu kami menunggu surat PAK-nya yang dari pusat dulu. Tapi kita berusaha dalam waktu cepat akan segera selesai," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah baru-baru ini, Andika menyatakan tidak terima dengan stateman ketua BUMDes yang dianggap mengada-ngada.
"Kenyataannya BUMDes aktif melaksanakan pengelolaan anggaran DD yang telah diberikan ke BUMDes, tapi Kapal yang dibeli BUMDes pun tidak dimanfaatkan untuk taksi penyebrangan Gili Genting - Desa Tanjung," ucap dia.
Menurutnya, jika memang pembelian kapal hanya untuk wisatawan ke pantai 9 dan Gili Labak, masih bisa menggunakan perahu nelayan Desa Tanjung.