"Kalau kondisinya tetap seperti ini, Nanti masyarakat akan melakukan aksi pemutusan jalan kabupaten, Biar Semua tahu bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan sudah mati," Jelasnya.
"Jadi adanya Bupati sama seperti tidak ada, Terus mana janji Bupati yang katanya "Tak nutop Parempeken" Dan Pembangunan berdasarkan aspirasi dari bawah," Tambah Wardi dengan bahasa Madura.
Berdasarkan Pantauan Madurapost, sejumlah masyarakat dan tokoh Pemuda berkumpul di Jalan kabupaten dengan meletakan batu nisan ditengan jalan yang rusak.
Masyarakat juga membentangkan spanduk bertuliskan Pamekasan Hebat sebagai kritik terhadap pemerintah Kabupaten Pamekasan yang dianggap Mati. (Mp/liq/kk)