SUMENEP, MaduraPost.id - Berbagai bentuk Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemerintah Republik Indonesia (RI), melalui Kementerian Sosial (Kemensos) seyogyanya demi kesejahteraan masyarakat tidak mampu.
Namun terkadang, ada banyak realita bantuan tersebut malah tidak tepat sasaran, atau sengaja tidak diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut.
Sebut saja Bansos tersebut salahsatunya adalah Bantuan Sosial Pangan (BSP). Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, BSP telah tersalurkan di beberapa Desa.
Hanya saja, masyarakat belum bisa mengerti dari banyaknya Bansos itu dibedakan untuk kegunaan apa saja. Apalagi, di masa pandemi covid-19, masyarakat Sumenep seolah ingin menerima bantuan pemerintah, tanpa melihat apakah sudah terdaftar menjadi penerima Bansos, ataukah belum sama sekali menerima bantuan itu.
"BSP itu didalamnya ada program Beras Miskin (Raskin), yang berubah menjadi Beras Sejahtera (Rastra), dan berubah lagi menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ada pada tahun 2019 kemarin, berubah lagi menjadi Program Sembako tahun 2020," ungkap Kepala Dinas Sosil (Dinsos) Sumenep, Moh. Iksan, Kamis (11/6).