"Bahkan destinasi wisata milik swasta itu sudah disediakan alat protokol kesahatan. Misalkan yang mau masuk dulu harus disemprot disinfektan, pakai hansanitaizer, cuci tangan, serta pakai masker. Kita SOP.nya sudah siap," tuturnya.
Sebab itu, dirinya meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat agar tidak mengambil keputusan sepihak untuk menutup destinasi wisata tanpa memberikan solusi.
"Cuma pemerintah ini nggak mau kemunikasi dengan kami. Ini yang kami geram selaku pengusaha destinasi wisata. Bahkan kami ditakut-takuti, bahwa ada pengunjung yang diusir karena masuk destinasi wisata. Entah pak Bambang ini masih kompoten jadi Kepala Dinas, atau sudah tidak kompeten lagi, artinya mampu atau tidak," jelasnya.
Disamping itu, Kepala Disparbudpora Sumenep, Bambang Irianto, menuturkan apabila New Normal Destinasi Pariwisata akan dibuka kembali pada awal bulan Juli 2020 mendatang.
"Saya rencana di awal bulan Juli akan di buka lagi, New Normal Destinasi Wisata," tuturnya.