Sikap tersebut, diprotes oleh seorang aktivis LSM bernama Amiruddin. Ia menyayangkan pernyataan Zabur, apalagi terkesan pura-pura tidak mengetahui jumlah anggaran proyek saluran air yang digarapnya tersebut.

"Setelah kami melakukan investigasi ke lokasi, memang kami melihat banyak kejanggalan, mulai dari papan nama pekerjaan yang tidak ada," ungkapnya.

Dalam kenyataannya, Amir mengakui jika proyek tersebut merupakan bangunan lama yang diperbaharui. Baginya, apabila proyek tersebut rehabilitasi, hal itu masih wajar namun jika kegiatan tersebut nomenklaturnya pembangunan maka proyek tersebut dinilai fatal. (mp/uki/rus)