"Oknum kepala dusun diduga mengambil kesempatam dalam kesempitan di suasana yang urgent pandemi Covid-19 tanpa mengedepankan rasa toleransi dan empati kepada rakyat yang di pimpinnya," jelasnya.
Menurut dia, bukan hanya itu ada warga yang mampu, namun mendapatkan bantuan dikarenakan berpengaruh bagi dirinya ataupun bagi desa sehingga di prioritaskan untuk mendapatkan bantuan BLT DD ketimbang rakyat.
Masih kata Eddhy, setelah ditanya Anggota BPD tidak mengerti apa-apa akan cara pendataan tersebut di karnakan kurang koordinasi antara kepala dusun selaku oknum yang mendata dengan anggota BPD, setelah ditanyakan.
"Dari ini mempertandakan bahwa diduga betapa buruknya Birokrasi Desa Kertagenah Tengah, ini BPD yang berperan penting dalam Desa hanya di jadika pelengkap struktur saja dan tidak di fungsikan dengan baik," ujarnya. (mp/uki/rus)