Sebab itu, siswa harus belajar di rumah dan guru mengajar dari rumah, serta semua piranti pendidikan harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Disamping pembelajaran Daring (Dalam jaringan) dilakukan, Carto juga menambahkan cara pembelajaran secara Luring (Luar jaringan). Menurutnya, keterbatasan jaringan di pelosok desa tidak menjadi halangan untuk tetap memajukan pendidikan di Kota Keris itu.

“Pembelajaran secara daring telah berlangsung dengan baik, selain memang kita masih melaksanakan pembelajaran secara luring. Karena keterbatasan jaringan dan sarana yang dimiliki, misalnya seperti model guru berkunjung atau ‘Sorogan’ dalam bahasa madura,” tuangnya.

Kendati demikian, menuru Carto, seluruh kegiatan belajar mengajar memang harus tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19.