Pemuda yang merupakan Ketua Konisariat PMII salah satu kampus di Pamekasan tersebut menambahkan, banyaknya program bantuan Pemerintah baik dari pusat hingga ke desa yang masih belum terealisasikan dengan baik di desanya.
“Ada PKH, ada BPNT, lah kemana bantuan tersebut? Kemana para pendampingnya?,” tanyak Sudirman dengqn nada heran.
Hal yang sama dengan Nenek Nipah yang ada di Dusun Polai Laok, keluarga Sarmu’a yang berada di Dusun Polay Timur Desa Bira Tengah juga mengalami nasib yang tidak jauh berbeda. Iapun bercerita selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dalam beberapa tahun ini. Sebagai keluarga yang hanya memiliki hasil 2 ribu tiap harinya dari berjualan es, mereka merasakan beratnya menjalani kehidupan.
“Dulu sekitar 3 tahun yang lalu pernah mendapatkan beras 1-2 kali, tapi setelah itu gak adalagi,” ungkapnya kepada MaduraPost dengan muka tampak lessu.