“Hasil pantauannya, perkembangan hasil tanaman Padi di sana sangat bagus sampai saat ini. Ketika diuji coba 1 hektare, pertumbuhannya bagus, akhirnya masyarakat mulai tertarik, sehingga luas lahan bertambah,” ucap Arif.

Program kedua, Dispertahortbun Sumenep akan menguatkan Petani Mandiri Benih (PMB). Saat ini, kata dia, telah melakukan pendampingan pada dua Kecamatan, yakni Kecamatan Guluk-Guluk dan Gapura.

Untuk program inovasi ketiga, Dispertahortbun Sumenep bakal menginisiasi Kelompok Pangan Olahan seperti halnya bawang merah, cabe, kelor dan tanaman lainnya yang digeluti petani Sumenep.

“Nantinya hal itu akan melalui program Upland Project yang dananya bersumber dari anggaran IsDB dan IFAD di Jawa Timur. Di mana setelah melalui proses dan tahapan-tahapan presentasi di Kementerian Pertanian di Jatim hanya ada dua yang lolos dalam program ini, yakni Kabupaten Sumenep dan Malang,” urainya.