(Halo Bapak Bupati, Bagaimana di Gurem kok Banjir Bapak Bupati,
Saya disuruh milih, sudah memilih, disuruh begitu ya saya begitu,Ternyata ketika sampai waktunya tidak ada apa apa, Meskipun rakyatnya terpepet, Rakyat Pamekasan mau mampus pak Bupati, Bagaimana kalau sudah seperti ini? Saya orang Laden, Rakyat Pamekasan Jawa Timur berjibaku, Bagaimana di Gurem Bapak Bupati, Kok tidak dilihat,") kurang lebih artinya dalam terjemah bahasa Indonesia.
berdasarkan Pantauan crew MaduraPost, Beberapa wilayah yang terdampak banjir sudah mulai surut. namun beberapa warga yang sampai saat ini rumahnya masih terendam banjir mengeluh kurangnya pasokan makanan.
Mengantisipasi hal tersebut, Supervisor Pusdal Ops BPBD Pamekasan Budi Cahyono mengatakan, pihaknya bersama petugas Tagana membagikan sedikitnya ratusan nasi bungkus kepada warga yang menjadi korban banjir.
"Kami sudah mengirim ratusan nasi bungkus untuk para korban banjir yang memilih untuk bertahan dirumahnya," katanya, Ahad (23/2/2020). (mp/liq/rus)