"Dalam kurun waktu satu sampai tiga hari sudah teratasi karena kita kesulitan untuk membongkar trotoar yang terjadi penyumbatan tanah yang tidak bisa dibongkar namun besok memakai alat berat yang dibantu oleh Dinas Bina Marga provinsi hingga besok pakai secara manual," Tutur Didik.
"Harapan saya mudah-mudahan ditindak lanjuti dari pemerintah provinsi karena itu merupakan kewenangan provinsi jadi pelebaran dan perbaikan saluran air dipinggir jalan pertigaan Ketapang diperbarui karena arah titik buang air untuk menuju kelaut sangat muda sekali sehingga tidak sampai air meluap ke jalan dan tidak merusak jalan atau menimbulkan dampak kotor pasca air itu bisa segera diatasi," pintanya.
Sementara itu, Suparto, Pengawas lapangan dari Dinas Bina Marga, mengatakan, pekerjaan ini manual sampai selesai dikerjakan.
"Besok saya bawa jet Ammer atau alat berat membongkar untuk plat yang tidak terpakai untuk membongkar penyumbatan air yang mengidap lumpur akhirnya meluap," Kata Suparto.