Kemiskinan, kata dia, bisa diciptakan dari sistem maupun kebodohan. "Kita butuh anak muda. Tapi kalau pemimpinnya tidak peka dan mempersiapkan, anak mudanya kabur," tutur Irul, sapaan akrabnya ini.
Realitanya, anak muda di Sumenep banyak berimigrasi ke kota besar, dengan alasan kurangnya lapangan pekerjaan.
"Kami memilih ke Jakarta, karena lebih jelas mencari pundi-pundi hidup, di Sumenep apa yang mau ditunggu," terang inisial S (26), yang saat ini membuka toko di Jakarta ini.
Disinggung soal tersebut, Khairul Anwar, menuturkan apabila kepastian lapangan pekerjaan memang harus pasti.
"Karena disana uangnya banyak, kenapa disini uangnya tidak mengalir, karena tidak ada investasi disini," singgung dia.