Dia mengklaim, Sumenep kurang investasi, banyak pula kurangnya lapangan pekerjaan.
"Kalau swasta tidak berinvestasi, maka Pemerintah yang harus berinvestasi. Karena hari ini laju pertumbuhan di Sumenep tidak terkontrol," kata dia pada media ini, Jumat (10/1).
Dia menjelaskan, inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut (disruptive innovation) menjadi dinamika hari ini.
"Jaman pasar baru disruptive ini menjadi jaman yang gampang ada, ini malah jadi beban. Banyaknya pengangguran baru, pemerintah harus cepat berkembang," ucapnya.