Sebagai dzurriyah muassis NU, tegasnya, dirinya merasa malu menyaksikan seorang Ketua PWNU seperti itu. Soal Bang Sandi mengangkat bendera NU, ujarnya, itu spontanitas, apalagi selama ini dia difitnah anti NU, anti tahlil, padahal Bang Sandi pemegang Kartu NU, bahkan mertuanya merupakan salah satu tokoh NU di DKI Jakarta.

“Saya ingatkan kepada Kiai Marzuki untuk tidak terus-terusan mempolitisir NU. Jika tidak berhenti jangan kaget kalau ada perlawanan dari warga NU,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Anwar Sadad, Ketua Harian Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Jawa Timur, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sadad meminta Pengurus Nahdatul Ulama ( NU) Lumajang tidak sensitif menyikapi bendera NU di acara kampanye akbar Sandiaga Uno di Stadion Semeru Lumajang, Kamis (4/4/2019) lalu.

“Pengurus NU jangan sensitif begitu, memangnya NU milik pengurusnya? NU milik umat,” kata politisi Partai Gerindra itu.