Namun masyarakat dikabupaten pamekasan menganggap bahwa program bupati pamekasan untuk mempromosikan batik sebagai Pakaian khas madura dianggap berlebihan.


Hal itu dilihat dari edaran bupati Pamekasan yang meminta para jajaran pemerintah untuk mengenakan pakaian batik saat hari raya idhul Fitri 1440 H.


Bahkan lebih jauh dari itu, rencana bupati pamekasan yang ingin menjadikan batik sebagai sarung bagi laki laki. Mendapat cibiran dari publik dibumi gerbang salam. Karena dianggap akan menyerupai perempuan yang biasa menjadikan batik sebagai Sarung (Pakaian bawah bagi perempuan madura).


Untuk itu Bupati Pamekasan sering menggunakan Sarung Batik sebagai promosi terhadap masyarakat. Namun promosi yang dilakukan Bupati Pamekasan dengan memakai sarung batik dianggap tidak etis dan cenderung menyerupai perempuan.


Abd Hamid salah satu masyarakat Pamekasan mengatakan bahwa promosi batik yang dilakukan Bupati Pamekasan sangat bagus, tapi jangan terlalu berlebihan sampai menjadikan batik sebagai sarung laki laki. Karena akan menyerupai perempuan