"SL itu dirawat di RSUD dr Muhammad Zyn Sampang selama tiga hari karena sakit paru-paru. Namun setelah dirapid test ada reaksi virus akhirnya dibawa ke tempat karantina," terang Djuwardi.


Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan tidak mengkaitkan-kaitkan kematian warga tersebut dengan wabah virus Corona. Mengingat statusnya masih ODP. 


"Rapid test corona hanya bisa digunakan sebagai penyaringan awal. Namun, untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak, hasil pemeriksaan swab dengan Polymalerase Chain Reaction (PCR) lah yang digunakan," pungkasnya.(Red/Zainal)