Pengeboran di Sana Tengah Terindikasi Gagal Konstruksi, FAAM : Langgar PP No. 29 Tahun 2000

  • Bagikan
Tandon dari proyek pengeboran di Sana Tengah yang disinyalir gagal konstruksi. (MaduraPost/Mohammad Munir)

PAMEKASAN, MaduraPost – Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) Kord Madura Raya sikapi persoalan realisasi proyek pengeboran dan tandon di Dusun Bungguplong, Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang disinyalir gagal konstruksi.

Menurut Abdul Basit selaku Ketua FAAM Koord Madura Raya mengatakan, kalau realisasi proyek yang sepertinya dari dana Pokok Pikiran (Pokir) salah satu anggota DPRD Pamekasan tersebut sangat terindikasi melabrak Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 tahun 2000 tentang kegagalan konstruksi.

“Nah, mengacu pada PP itu, realisasi proyek tersebut jelas adanya kegagalan konstruksi. Karena definisi dari kegagalan konstruksi itu adalah merupakan keadaan hasil pekerjaan konstruksi yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak kerja konstruksi baik sebagian maupun keseluruhan,” katanya, Senin (11/10/2021).

BACA JUGA :  Sempat Dilaporkan Dugaan Korupsi, LIPK Sumenep Kembali Soroti Kapal Tongkang Baru di Gresik Putih

Dengan demikian kata dia, indikasi kegagalan konstruksi dan salah perencanaan pada pengeboran tersebut tidak hanya penyedia jasa (kontraktor) saja yang harus bertanggung jawab. Akan tetapi sebut Basit (akrab disapa), yang juga harus bertanggung jawab adalah Penyelenggara Usaha Jasa Konsultasi Konstruksi (Konsultan Pelaksana) seperti yang tertuang dalam PP No.29 tahun 2000 Pragraf 1 Ayat 1 Pasal 47.

“Dimana penyelenggaraan usaha jasa Konsultasi Konstruksi meliputi kegiatan pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan dan manajemen penyelenggaraan Konstruksi itu hak penuh dari Konsultan. Artinya, ketika realisasinya (proyek pengeboran, red) seperti itu, maka kami sangat menduga kalau proses tidak sesuai atau melalui apa yang diamanahkan oleh PP tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA :  Realisasi Proyek Pengeboran di Rekkerrek Disinyalir Gagal Konstruksi

Oleh karenanya, ia menegaskan kalau pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah untuk menindaklanjuti realisasi proyek yang sepertinya banyak penyimpangan serta jauh dari harapan Pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat.

“Yang sangat membuat kami dan masyarakat sekitar merasa miris banget dan sangat menyayangkan pada realisasi proyek abal-abal itu adalah pelaksanaannya (anggota DPRD Pamekasan, red). Seharusnya, dia menjadi contoh yang lebih baik kepada yang lain, bukan malah sebaliknya,” tegasnya.

BACA JUGA :  Muhammad Ali Ridha DPR-RI, Beri Bantuan Sumur Bor dan Sembako Terhadap Warga di Bangkalan

Diketahui berdasarkan pemberitaan sebelumnya, realisasi proyek yang sepertinya dari dana Pokok Pikiran (Pokir) salah satu anggota DPRD Pamekasan itu kini telah menjadi sorotan beberapa elemen masyarakat. Bahkan telah membuat masyarakat sekitar kesal dan geram.

Sebab sejak selesai dikerjakan pada beberapa bulan yang lalu, hingga kini Pengeboran yang lending sektornya dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Pamekasan tersebut tidak ada airnya sama sekali yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

  • Bagikan