SURABAYA, MaduraPost – Surat Edaran (SE) Nomor : 001.1/13997/436.7.2/2021 diterbitkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, SE tersebut dikeluarkan untuk mencegah adanya lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, edaran yang dikeluarkan untuk mewaspadai angka kenaikan Covid-19, karena beberapa waktu sebelumnya diberikan kelonggaran untuk beraktivitas, namun masih mengabaikan penerapan protokol kesehatan (Prokes).
“Sebagai upaya antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Surabaya, maka diperlukan kegiatan penemuan aktif kasus pada tempat kerja atau usaha, baik di lingkungan pemerintahan maupun swasta,” ucap Eri, Jumat (19/11).
Dengan edaran yang sudah diterbitkan, sebut Eri, Pemkot Surabaya akan menggelar pemeriksaan Swab Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang akan dilakukan oleh Puskesmas. Tes acak diperuntukkan untuk seluruh karyawan di beberapa tempat kerja dan unit usaha.
“Pelaksanaan tes swab ini akan dimulai pada tanggal 24 November 2021 di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Jadi, ini dalam rangka active case finding (penemuan kasus aktif),” terang dia.
Alumnus ITS itu meminta kepada warga Surabaya yang dinyatakan positif Covid-19, tidak bergejala maupun bergejala ringan tetap harus melakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh Pemkot Surabaya. Meskipun tanpa gejala, sebaiknya jangan menjalani isolasi mandiri dulu.
“Bagi yang positif, tolong nanti langsung isolasi di tempat yang sudah kami siapkan,” tegasnya.