Iman menjelaskan, perhatian terhadap pendidikan merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, termasuk kawasan Kepulauan Sapeken.
Ia pun berharap keterlibatan pemerintah daerah dan kalangan akademisi dapat memperkuat keberlanjutan program tersebut, bukan berhenti pada pelaksanaan seminar.
“Terima kasih kepada Kepala Disdik dan Kepala Kemenag Sumenep, serta Prof Ali selaku tenaga Ahli Bupati Sumenep bidang pendidikan, semoga kolaborasi ini bukan semata-mata sebagai agenda seminar, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan kepedulian kita terhadap masa depan pendidikan di wilayah kepulauan,” ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Sumenep, KH. Abdul Wasid, menilai pengembangan pendidikan berbasis teknologi perlu disertai pertimbangan terhadap kondisi nyata di sekolah.
Menurutnya, digitalisasi dapat membuka kesempatan bagi guru dan siswa untuk mengakses lebih banyak sumber pembelajaran, tetapi penerapannya tidak bisa disamaratakan.
“Namun, penerapannya perlu mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan. Pemanfaatan teknologi harus disesuaikan dengan ketersediaan sarana, akses internet, serta karakteristik lingkungan belajar,” ungkapnya.
Pandangan tersebut menempatkan kesiapan sekolah sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan pembelajaran digital. Pemanfaatan teknologi perlu berjalan seiring dengan ketersediaan fasilitas dan kemampuan pendidik dalam menggunakannya.
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Moh. Iksan, mengapresiasi keterlibatan SKK Migas-KEI dalam upaya pengembangan kompetensi tenaga pendidik. Ia menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperluas kesempatan guru meningkatkan kemampuan profesionalnya.
“Melalui kegiatan ini, para kepala sekolah dan guru di Pagerungan Besar serta Pagerungan Kecil diharapkan memperoleh wawasan baru, menemukan gagasan inovatif, serta membangun semangat baru dalam menjalankan pengabdian,” kata Moh. Iksan.