“Iya sudah nyampek ajalnya," timpalnya.

I juga menyebut adanya pertemuan para atasan pada hari itu. Namun, ia mengaku belum mengetahui keputusan yang dihasilkan.

“Itu hari ini ada meeting para atasan, kurang tahu keputusannya seperti apa,” tulisnya.

Belum diketahui apakah pertemuan tersebut secara khusus membahas kematian Firman. Manajemen rumah sakit juga belum menyampaikan hasil investigasi yang dapat menjelaskan secara terperinci apa yang terjadi sebelum pasien meninggal.

Pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, perwakilan RS BHC mendatangi rumah keluarga Firman di Desa Lenteng Timur. Kunjungan itu dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus meminta maaf.

Tim rumah sakit diwakili Manajer Humas dan Marketing Sandra Rahestri bersama seorang rekannya. Mereka turut membawa sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, dan mi instan.

Perwakilan keluarga berinisial Y mengatakan kedatangan tersebut belum menjawab persoalan utama yang ingin mereka ketahui.

“Mereka belum bisa menjawab. Kata mereka investigasinya belum selesai,” ujar Y.

Menurut Y, keluarga juga meminta kepastian mengenai langkah yang akan diambil rumah sakit apabila investigasi menemukan kekeliruan dalam penanganan pasien. Mereka mempertanyakan kemungkinan keterlibatan dokter dan perawat yang menangani Firman.