Bagi Sumenep, panggung di Lombok tersebut memberi arti lebih luas. Kesenian tradisional ditempatkan sebagai bagian dari strategi memperkenalkan identitas daerah, bersamaan dengan momentum pariwisata dan olahraga yang memiliki daya jangkau nasional hingga internasional.
Tongtong akhirnya bukan hanya soal bunyi. Dari Mataram, kesenian itu menjadi cara Sumenep memperkenalkan dirinya melalui jalur budaya, di tengah hiruk-pikuk event MotoGP 2026.***