SUMENEP, MaduraPost - Bank Jatim Cabang Sumenep, Madura, terus memperluas edukasi mengenai pengelolaan keuangan di era digital. Kali ini, sasaran literasi menyasar kalangan pelajar melalui Seminar Literasi Keuangan Digital yang digelar di Aula SMAN 2 Sumenep, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut mengajak siswa memahami perubahan pola transaksi yang semakin bergeser ke sistem pembayaran elektronik. Salah satu materi yang ditekankan ialah pemanfaatan QRIS sebagai alternatif pembayaran tanpa uang tunai.

Pemimpin Bidang Operasional Bank Jatim Cabang Sumenep, Andy Nufian, menilai pengenalan literasi finansial perlu dilakukan sejak bangku sekolah. Menurutnya, siswa tidak hanya perlu mengetahui cara menggunakan layanan keuangan, tetapi juga memahami penggunaannya secara tepat.

“Anjuran OJK agar mengurangi transaksi tunai dan memperluas pembayaran non-tunai menggunakan QRIS,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Andy menjelaskan, QRIS memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran. Bagi pelajar, sistem tersebut juga dinilai lebih praktis karena mengurangi kebutuhan membawa uang fisik saat bertransaksi.

“Kita tidak perlu membawa uang kertas ke mana-mana. Ibaratnya, dunia sudah dalam genggaman,” katanya.

Materi seminar tidak berhenti pada sistem pembayaran digital. Bank Jatim turut memperkenalkan sejumlah pilihan produk simpanan kepada para siswa, seperti SiKLUS, SIMPEL, dan Simpeda.

Dari beberapa produk tersebut, SiKLUS menjadi salah satu layanan yang mendapat perhatian dalam pengenalan kepada pelajar. Andy menyebut produk itu dapat menjadi sarana membangun kebiasaan menyisihkan uang sejak usia sekolah.

“Kami lebih mengenalkan SiKLUS karena merupakan produk asli Bank Jatim,” ungkapnya.

Selain produk tabungan, siswa juga diperkenalkan dengan JConnect sebagai platform layanan perbankan digital Bank Jatim. Aplikasi tersebut memungkinkan berbagai kebutuhan transaksi dilakukan secara lebih sederhana.

JConnect membuat transaksi dan pembayaran menjadi lebih mudah serta praktis,” jelasnya.

Andy mengatakan, pemahaman mengenai keuangan digital tidak sekadar berkaitan dengan teknologi pembayaran. Lebih jauh, pengetahuan tersebut diharapkan membentuk perilaku finansial yang sehat sehingga pelajar mampu mengelola uang secara lebih bertanggung jawab ketika dewasa.

Bank Jatim Cabang Sumenep pun berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap layanan keuangan digital.

Dengan pengetahuan yang memadai, pelajar diharapkan semakin cermat dalam menentukan pilihan transaksi sekaligus mulai membangun kebiasaan menabung.

“Selain memberikan kemudahan, transaksi non-tunai menjadi langkah penyesuaian terhadap perkembangan teknologi digital saat ini,” tandasnya.***