MaduraPost tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pengelola SPBU maupun pihak terkait untuk menjelaskan persoalan tersebut secara utuh.
Pertamina Perlu Evaluasi
Persoalan ini semestinya menjadi perhatian Pertamina. Apalagi SPBU Tamberu Barat tergolong fasilitas yang relatif baru dan kehadirannya sejak awal tentu diharapkan mampu memberikan pelayanan BBM yang lebih mudah, tertib, dan adil bagi masyarakat.
Jika benar terjadi praktik pelayanan yang membuat kendaraan harus menunggu sementara pengisian jeriken memperoleh prioritas, maka evaluasi diperlukan.
Pertamina diharapkan tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi dapat melakukan pengecekan terhadap pola pelayanan di lapangan, termasuk memastikan apakah mekanisme pengisian BBM menggunakan jeriken telah sesuai dengan ketentuan.
Sebab, keberadaan SPBU baru seharusnya membawa kemudahan bagi masyarakat, bukan justru melahirkan keluhan baru.
Masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang transparan dan tertib. Antrean kendaraan juga semestinya menjadi perhatian utama ketika jumlah konsumen sedang tinggi.
Jika memang pengisian jeriken diperbolehkan dalam kondisi tertentu, pengelola juga perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak muncul kesan adanya “jalur prioritas” bagi konsumen tertentu.
Hingga kini, publik masih menunggu penjelasan pengelola SPBU Tamberu Barat dan sikap Pertamina atas persoalan tersebut.