Ia juga mengungkapkan bahwa istrinya telah lama menderita gangguan pada bagian punggung sehingga aktivitas sehari-harinya sangat terbatas. Bahkan, untuk berjalan pun harus dilakukan dengan perlahan karena kondisi kesehatannya yang terus menurun.

Menurut Bahri, selama ini kebutuhan hidup sehari-hari banyak dibantu oleh keluarga dan tetangga sekitar. Kondisi tersebut semakin berat setelah dapur rumah mereka musnah dilalap api. 
 

Dengan suara lirih, Bahri berharap pemerintah daerah, instansi terkait, maupun para dermawan dapat memberikan perhatian agar beban yang mereka rasakan sedikit berkurang. 
 

“Kami hanya berharap ada bantuan untuk memperbaiki dapur agar bisa memasak kembali seperti semula. Semoga masih ada yang peduli dengan keadaan kami,” harapnya.

Musibah yang menimpa pasangan lansia tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan ekonomi dan usia, masih banyak warga yang membutuhkan kepedulian bersama agar dapat bangkit dari cobaan yang mereka alami.