"Posisi memang benar terjadi (kebakaran). Saat ini ada sekitar dua sampai tiga kapal yang sudah merapat ke lokasi kapal terbakar," kata Didit saat dikonfirmasi wartawan.

Didit menjelaskan, proses evakuasi dipimpin kapal tugboat karena kapal Meratus tidak bisa bersandar akibat membawa muatan berbahaya atau hazardous materials (hazmat).

"Meratus posisinya mendekat, tapi tidak bisa merapat karena membawa muatan hazmat. Jadi yang melakukan proses evakuasi adalah tugboat," ujarnya.

Selain mengerahkan personel dari Pos SAR Sumenep, Kantor SAR Surabaya juga mengirimkan KN SAR 249 Permadi ke lokasi kejadian. Namun kapal tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam untuk mencapai titik kebakaran.

"Tim dari Pos SAR Sumenep juga proses pemberangkatan. Kalau KN Permadi posisinya masih cukup jauh, sekitar tujuh sampai delapan jam perjalanan ke lokasi. Kami sedang mengupayakan koordinasi dengan unsur-unsur di sekitar Sumenep," katanya.

Saat ini, para penumpang yang berhasil diselamatkan lebih dahulu dievakuasi menggunakan TB Hasnur 26 sebelum dipindahkan ke MV Meratus 2.

"Saat ini POB dalam proses evakuasi oleh TB Hasnur 26 untuk ditransfer ke MV Meratus 2. Semoga seluruh POB bisa dievakuasi dengan selamat dan aman," ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, operasi penyelamatan masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran maupun laporan korban jiwa dari peristiwa tersebut.***