SUMENEP, MaduraPost - Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus membenahi sistem pengelolaan data pelayanan kesehatan sebagai bagian dari strategi meningkatkan mutu layanan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap keselamatan pasien.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Validasi Data yang difokuskan untuk memastikan setiap informasi pelayanan kesehatan tersaji secara akurat.

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis yang cepat, tepat, dan bebas dari potensi kesalahan.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati menegaskan, bahwa kualitas rumah sakit pada era modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kecepatan dalam menangani pasien, melainkan juga oleh keakuratan data yang menjadi dasar setiap keputusan medis.

"Rumah sakit modern tidak lagi hanya bertumpu pada kecepatan layanan, tetapi harus berdiri di atas ketepatan data sebagai dasar setiap keputusan klinis," ujar Erliyati, Rabu (1/7).

Ia menjelaskan, validasi mutu merupakan instrumen penting dalam sistem pengawasan internal rumah sakit agar seluruh pelayanan berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Proses tersebut mencakup pengawasan terhadap berbagai komponen pelayanan, mulai dari prosedur tindakan medis, penggunaan alat kesehatan, mekanisme pelayanan, hingga hasil layanan yang diterima pasien.

Seluruh tahapan dilakukan secara berkelanjutan melalui proses pengukuran, evaluasi, serta pembuktian untuk memastikan mutu pelayanan tetap konsisten.

"Tanpa validasi yang kuat, risiko kesalahan medis, infeksi rumah sakit, hingga kejadian tidak diharapkan bisa meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan pasien," katanya.

Dalam pelatihan itu, RSUDMA Sumenep, memberikan perhatian pada sejumlah tahapan pelayanan yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi.

Di antaranya proses pendaftaran pasien, pelayanan rawat inap, tindakan operasi, hingga sistem pemberian obat yang membutuhkan pengawasan secara ketat.

Tak hanya itu, validasi terhadap alat kesehatan juga menjadi prioritas melalui kalibrasi serta pengujian rutin guna memastikan seluruh perangkat medis tetap berfungsi sesuai standar.

Rumah sakit juga memperkuat validasi rekam medis beserta dokumentasi pelayanan sebagai fondasi penyusunan indikator mutu yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Aspek keselamatan pasien turut menjadi fokus utama, termasuk ketepatan identifikasi pasien, upaya pencegahan infeksi di lingkungan rumah sakit, serta pengawasan penggunaan obat-obatan yang memiliki risiko tinggi.

"Seluruh proses validasi dilakukan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, analisis data, hingga tindak lanjut perbaikan terhadap setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam pelayanan," pungkas Erliyati.

Melalui penguatan sistem validasi data tersebut, RSUDMA Sumenep menargetkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan setiap pasien yang mendapatkan layanan.***