Madura Post | Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) yang digelar hari ini di kantor pusat Surabaya, dinilai sebagai momen terburuk dalam sejarah perjalanan perbankan daerah tersebut.
Hal ini disampaikan oleh massa aksi dari Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim), yang menggelar demonstrasi di depan lokasi RUPS. Kamis, 22 Mei 2025.
Aksi tersebut menyoroti dugaan kasus kredit fiktif yang disebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp569,4 miliar sepanjang tahun buku 2024.
Para demonstran mendesak Gubernur Jawa Timur selaku pemegang saham pengendali untuk tidak tinggal diam.
“Ini bukan persoalan biasa, ini korupsi yang sistematis dan masif, melibatkan aktor-aktor kuat di internal Bank Jatim sendiri,” tegas Musfiq, Koordinator Lapangan Jaka Jatim dalam orasinya.