PAMEKASAN, MaduraPost – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang, Jawa Tengah, mengecam keras dugaan keterlibatan seorang wartawan dalam upaya intervensi kasus penembakan GRO (17), seorang pelajar SMK Negeri 4 Semarang yang tewas ditembak polisi.

Wartawan tersebut diduga mencoba menutupi kasus ini agar tidak terungkap ke publik. Ketua AJI Semarang, Aris Mulyawan, menyebut tindakan itu mencoreng integritas profesi jurnalis dan bertentangan dengan prinsip utama jurnalisme, yaitu menyampaikan kebenaran.

“Tindakan ini menciderai profesi jurnalis dan jauh dari semangat jurnalisme yang memprioritaskan kepentingan publik,” ujar Aris, Selasa (3/12).

Kasus ini mencuat setelah pengakuan dari seorang kerabat keluarga korban berinisial S. Menurut S, sehari setelah peristiwa penembakan pada Senin (25/11) malam.

Keluarga GRO didatangi Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, bersama seorang wartawan berbadan gempal.