"Kita kadang kewalahan dengan bahan seperti kacang ijo. Untuk sementara, kacang ijo yang bagus masih harus didatangkan dari luar Madura karena teksturnya lebih kenyal, sedangkan kacang ijo lokal masih sedikit kasar," ungkapnya.
Selain itu, Abang Samhaji sempat meragukan adanya pengaruh mistis dalam bisnisnya. Namun, setelah merasakan sendiri, ia menyadari bahwa ada masa tiga bulan di mana bisnisnya sepi pelanggan.
"Pernah sampai tiga bulan bisnis saya sepi, tapi saya tetap ikhtiar dengan usaha dan keyakinan hati," ujarnya dengan mantap.
Dua puluh tahun yang lalu, Abang Samhaji memulai bisnisnya dengan modal yang tidak seberapa. Bermodalkan keuletan dan semangat untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ia merintis kedai kecil di rumahnya.