Selama 14 tahun, beliau berkhidmat di sana sebelum akhirnya pindah ke Guluk-Guluk bersama dua istrinya dan putranya, K. Bukhari, dengan tujuan mendirikan pesantren.

Dukungan dan Pembangunan Pesantren

Dengan bantuan seorang saudagar kaya bernama H. Abdul Aziz, Kiai Syarqawi diberi sebidang tanah dan bahan bangunan untuk mendirikan rumah tinggal dan sebuah langgar, yang kemudian dikenal sebagai Dalem Tenga.

Selain itu, beliau juga membangun kediaman untuk istri ketiganya, Nyai Qamariyah, yang berjarak sekitar 200 meter ke arah barat dari Dalem Tenga, dan dikenal sebagai Lubangsa.