Maskot yang dipermasalahkan itu sebenarnya sudah mencerminkan daerah dari segi visual, yakni gambar sapi yang mengenakan baju merah putih khas Madura.

Namun, penggunaan bahasa Jawa dalam slogannya menjadi titik kritik utama.

Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Khairul Umam, turut menyuarakan keprihatinannya.

Ia meminta agar KPU melibatkan organisasi kebudayaan Madura seperti Pakem Maddhu dalam sayembara maskot dan Pilkada" class="inline-tag-link">jingle Pilkada berikutnya.