PAMEKASAN, MaduraPost - Sejumlah wartawan di Kabupaten Pamekasan melayangkan kritik terhadap pemenang sayembara maskot Pilkada yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Kritik ini berfokus pada penggunaan bahasa Jawa dalam maskot tersebut, yang dinilai mengabaikan kearifan lokal Madura.

Taufiqurrahman, seorang jurnalis dari Kompas, mengungkapkan ketidakpuasannya.

"Ojok lali coplos ya, itu kan bahasa Jawa. Di mana kearifan lokalnya?" ujarnya.

Menurut Taufiqurrahman, penggunaan bahasa Jawa dalam maskot tersebut tidak sesuai dengan semangat lokalitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam ajang Pilkada Pamekasan 2024.