BANGKALAN, MaduraPost – Sepanjang tahun 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan disibukkan dengan beragam kasus besar yang menyita perhatian publik. Dari kasus begal yang menimpa guru SD, peredaran narkotika hingga ratusan gram, hingga korupsi di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan instansi pemerintah.

Data Kejari mencatat, penanganan perkara di dua bidang utama — Tindak Pidana Umum (Pidum) dan Tindak Pidana Khusus (Pidsus) — mengalami peningkatan tajam dalam sepuluh bulan terakhir. Fenomena ini sekaligus menjadi potret bahwa Bangkalan masih menghadapi tantangan serius di sektor hukum dan integritas.

Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Bangkalan, Hendrik Murbawan, mengungkapkan bahwa kasus narkotika dan pencurian masih menjadi dua perkara yang paling mendominasi di wilayah hukumnya.

“Yang paling mendominasi adalah perkara narkotika dan pencurian. Untuk kasus narkotika, jumlah barang bukti yang kami tangani cukup besar, bahkan ada yang mencapai 900 gram,” ungkap Hendrik, Selasa (28/10/2025).

Ia menjelaskan, sebagian besar kasus pencurian di Bangkalan berupa aksi begal. Tak jarang, pelaku beraksi nekat di wilayah ramai. Salah satu kasus yang sempat menyita perhatian publik adalah pembegalan terhadap guru SDN Lerpak 2 di Kecamatan Geger, yang menjadi korban saat pulang mengajar.