Fenomena ini menunjukkan bahwa ancaman kejahatan jalanan masih tinggi di Bangkalan. Hendrik berharap, masyarakat dan aparat bisa bersinergi menekan angka kriminalitas.
“Harapan kami, perkara narkotika ini bisa berkurang, kalau bisa tidak ada sama sekali. Karena peredaran narkotika dapat merusak generasi bangsa,” tegasnya.
Sebagai upaya pencegahan, Kejari Bangkalan mendorong kolaborasi lintas sektor dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga tokoh masyarakat untuk melakukan edukasi bahaya narkoba secara berkelanjutan.
Tak kalah sibuk, bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) juga mencatat sederet kasus korupsi yang melibatkan berbagai pihak. Kasi Pidsus Kejari Bangkalan, Muhammad Fakhry, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini, pihaknya menangani sembilan kasus korupsi dan tiga perkara penyelidikan baru yang berpotensi bertambah.