SUMENEP, MaduraPost - Setelah viral di media sosial (Medsos) Facebook, pernyataan seorang Camat Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang mengintruksikan semua Kepala Desa (Kades) untuk mencuri sapi milik warga jika menolak divaksin akhirnya angkat bicara.
Joko Suwarno, yang tak lain adalah Camat Batang-Batang ini melakukan klarifikasi berupa video dan tersebar di grup-grup WhatsApp. Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu, Joko mengklarifikasi atas video 30 detik yang beredar di Facebook yang sempat meresahkan warga atas pernyataannya, terutama bagi warga Kecamatan Batang-Batang sendiri.
Joko mengaku salah dan meminta maaf atas perkataannya itu. Disamping itu, menurutnya video itu telah melalui editan dan tidak sama dengan video aslinya, meski ia tak menyebutkan video asli yang dimaksudnya seperti apa.
"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan permohonan maaf, bahwa pada tanggal 13 Agustus 2021, hari Jumat, pukul 13.00 WIB, saya mengundang 16 Kepala Desa, tokoh agama diantaranya MUI, NU, Ansor, PKK Kecamatan, dan Muslimat. Kemudian juga ada Kapolsek, Danramil dan dua Pustu Legung serta Batang-Batang," ucapnya, dalam video klarifikasi yang diterima media ini, Senin (16/8).
"Dalam video yang viral bahwa saya memerintahkan Kades mencuri sapi, itu adalah guyonan. Coba bapak ibu dengarkan kembali, di video itu terlihat semua orang ketawa, itu tidak benar. Jadi saya mohon maaf, karena guyonan ini jadi semua salah tafsirkan oleh teman-teman. Jadi sekali lagi saya minta maaf," tambahnya.