SUMENEP, MaduraPost - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menguraikan perbedaan penggunaan vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca berikut cara kerjanya.
Menurut Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono, bahwa ada perbedaan siginifikan terkait kedua jenis vaksin tersebut. Sepertinya halnya vaksin Sinovac yang bekerja selama dua bulan dalam proses vaksinasi dua kali, dan vaksin AstraZeneca yang bekerja selama tiga bulan dalam proses vaksinasi satu kali.
"Kalau masyarakat yang divaksin dengan Sinovac berlakunya dua bulan dan dilakukan dua kali. Tapi untuk vaksin AstraZeneca, jaraknya itu harus tiga bulan," ungkap Agus, saat dikonfirmasi sejumlah media, Senin (5/7).
Untuk saat ini, kedua vaksin itu disalurkan oleh beberapa sumber, meliputi Tentara Negara Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Dinkes Sumenep.
"ini adalah tahapan vaksin yang baru. Setelah divaksin, masyarakat mendapatkan kartu vaksinasi tentunya. Itu dilaporkan secara online, tercatat itu. Setelah dilaksanakan, akan ada observasi, kemudian setelahnya mereka bisa bekerja seperti biasa," jelasnya.