SUMENEP, MaduraPost - Siswa sudah rindu ingin bersekolah. Pertemuan Tatap Muka (PTM) sudah satu tahun tidak di enyam semua siswa di bangku sekolah. Siswa mendapatkan pendidikan dengan cara daring (Dalam jaringan) atau pembelajaran secara online. Hal ini karena Pandemi Covid-19.
Pemerintah Indonesia memiliki inisiatif agar para siswa tetap mengikuti pendidikan formal tersebut. Salah satunya dengan cara menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Sayangnya, pelaksanaan PJJ ini malah tidak seimbang. Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pelaksanaan uji coba PJJ di dua instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat lahirkan dua pandangan berbeda alias tidak sepaham.
Pasalnya, khusus madrasah di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), pelaksanaan PJJ yang dimulai sejak tanggal 4 Januari kemarin itu dinilai efektif. Namun, khusus lingkungan sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, PJJ diakui tidak efektif sejak diberlakukannya pada tanggal 1 Januari 2021 kemarin.
"Untuk PJJ itu memang efektivitasnya lemah. Sementara kalau PTM, Alhamdulillah bisa meningkatkan kemampuan siswa karena dipandu langsung oleh guru," kata Plt. Kepala Disdik Sumenep, Moh. Iksan pada media, Selasa (19/1).