Bahwa, untuk seluruh CJH se Indonesia yang lahir pada 30 Juni 1957, visa belum bisa dikeluarkan. Chaironi mengatakan, di Jawa Timur terdeteksi ada 18 orang keseluruhan CJH yang tanggal lahirnya sama.

"Informasi itu sekitar 5 hari lalu yang disiarkan Arab Saudi. Nah, di Sumenep ada satu yakni pak Atman. Karena visa belum bisa dikeluarkan oleh Arab Saudi, maka akhirnya CJH atas nama Atman tida bisa berangkat," kata Chaironi menerangkan.

Pihaknya juga menyesalkan situasi ini mengapa bisa terjadi pada Atman. Meski begitu, dirinya tidak bisa memaksakan aturan yang telah ditetapkan oleh Arab Saudi.

"Kenapa tidak ditolak dari awal oleh Arab Saudi, kok baru sekarang. Tapi apapun adanya kita harus tahu diri, bahwa kita adalah tamu dan tuan rumahnya Kerajaan Saudi Arabia. Jadi apapun aturan yang mereka tetapkan harus kita ikuti," ujarnya.