Dan ada musibah yang lebih besar dari bencana alam, yaitu perpecahan antar anak bangsa di negeri ini karena di adu domba, sehingga Satrio Paningit rela melakukan ritual menikahi seekor domba demi menyelamatkan keutuhan Indonesia dari semua musibah dan bencana yang mengancam Negeri Indonesia tercinta.

Satrio Paningit berharap, pernikahannya itu membuat semesta ini menjadi damai dan sejahtera.

"Semua ini saya lakukan sebagai bentuk rasa cinta kepada Indonesia," katanya.

Ki Ageng Gus Nur Hudi selaku pemilik Pesanggrahan Keramat "Ki Ageng" yang turut menjadi saksi pernikahan tersebut mengatakan, pernikahan antara Satrio Paningit dengan seekor domba bernama Sri Rahayu bukanlah perkawinan biologis atau fisik, akan tetapi adalah bentuk ritual perkawinan unsur alam semesta.