Terlebih lagi, berbagai daerah berlomba-lomba memanfaatkan data menggunakan skema big data untuk mendukung perencanaan pembangunan, mulai dari perencanaan pelayanan publik hingga akses terhadap pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Sumenep" class="inline-tag-link">Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menerangkan, dengan adanya sistem aplikasi Digdaya bisa mempercepat pelayanan desa, sebab selama ini pelayanan administrasinya konvensional sangat menyita waktu, sehingga aplikasi itu sebagai Sistem Informasi Desa (SID) guna membantu mempercepat waktu pelayanan desa, termasuk produk dokumen.
“Jadi, ketersediaan data desa di profil desa juga memudahkan Pemdes dalam perencanaan dan penganggaran dalam bentuk metode perencanaan partisipatif, analisis masalah dan potensi desa, yang berdampak pada penyusunan anggaran dan belanja desa,” kata Bupati Fauzi, pada Sosialisasi aplikasi Digdaya Kabupaten Sumenep, secara virtual di ruang kerjanya, Jumat (8/10/2021) kemarin.
Pihaknya meminta, agar sistem informasi ini jangan hanya berkutat pada input data, namun harus dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas penganggaran dan serapan Dana Desa (DD).