"Tapi alhamdulillah, kita sudah melakukan beberapa sosialisasi bahwa desa sekarang kita sudah setengah paksa untuk menyampaikan itu. Yang kedua, banyak opsi pembayaran mau melalui mobile banking atau pakai ATM datang ke Bank. InsyaAllah tahun 2022 kita targetkan ada banyak pihak yang akan kerjasama dengan kita, baik toko pedia dan lainnya," timpalnya.
Untuk sektor PBB, sumenep" class="inline-tag-link">BPPKAD Sumenep menargetkan sekitar Rp 5 miliar seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Karena kita tidak boleh tinggi tinggi, kemarin saja Rp 3 miliar tercapai. Untuk bagi hasil 89 persen. Desa yang semangat dalam mendukung masyarakatnya untuk bayar PBB ada potensi dia akan terima besar," tandasnya.