PAMEKASAN, MaduraPost - Proyek Tembok Penahan Jalan (TPJ) yang berlokasi di Dusun Dubaja, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan diduga menjadi sarana memperkaya diri sehingga menimbulkan polemik di masyarakat.

Pantauan media ini dilapangan, kualitas pekerjaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi, sebab tampak jelas material batu yang digunakan bukanlah batu gunung, melainkan batu kapur, lalu diceplok spesi dari luar.

Tidak hanya itu, takaran adonan diduga jauh dari sepesifikasi dan RAB, sebab tampak jelas hasil pekerjaan sangat mentah dan mudah hancur, lantaran diduga pada takaran semen tidak sepadan dengan adonan pasir. Parahnya pada proyek tersebut menggunakan abu sirtu.

Selain itu, di lokasi proyek tersebut tidak dipasang papan informasi, sehingga masyarakat tidak tahu dari mana sumber dananya, volume, dan besaran anggarannya.

Warga setempat MH (35) mengaku kecewa atas kualitas proyek didekat rumahnya itu, serta menurutnya pemilik proyek tersebut cenderung hanya ingin memperkaya diri tanpa memperdulikan juklak dan juknisnya.