Dalam mekanisme evaluasinya, terdapat sejumlah indikator utama yang menjadi acuan, mulai dari kepatuhan pada aturan lingkungan, pengendalian limbah dan emisi, efisiensi energi, konservasi sumber daya, penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), perlindungan keanekaragaman hayati, sampai pelaksanaan program community development.
Di tengah dinamika tantangan ekologis di area operasi, seperti aktivitas pengambilan karang untuk material bangunan serta perburuan kerang abalone (mata tujuh) yang berisiko merusak terumbu karang, perusahaan berperan sebagai mitra konservasi bersama masyarakat setempat.
Melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan, KEI konsisten meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Perusahaan juga ambil bagian dalam kegiatan rehabilitasi mangrove dan pelestarian spesies lokal sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.