SUMENEP, MaduraPost - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyoroti pola distribusi bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum berpihak pada pelaku usaha lokal.

Legislatif menekankan agar kebutuhan program tersebut tidak dimonopoli oleh mitra tertentu maupun terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Anggota Komisi II Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, H. Masdawi, menyampaikan bahwa selama ini sebagian besar kebutuhan MBG masih dipenuhi dari luar kabupaten, terutama komoditas telur.

“Seperti telor ini lebih banyak mendatangkan dari Ngawi, Blitar, Tulungagung. Sementara peternak lokal banyak yang tidak terakomodir,” ujarnya, Rabu (8/4).

Ia menilai, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Menurutnya, serapan hasil pertanian dan peternakan lokal perlu dioptimalkan agar kesejahteraan petani serta peternak setempat bisa meningkat.