Masdawi juga mengungkap dugaan bahwa rantai pasok MBG saat ini dikuasai oleh pihak-pihak tertentu. Ia menilai praktik tersebut berpotensi mengabaikan kualitas barang sekaligus memunculkan persoalan harga di tingkat komoditas.

“Sekarang kebanyakan penyuplai itu, saya tahu lah penyuplai itu orang-orang tertentu tapi tidak melibatkan petani lokal, agar mereka juga merasakan manfaat adanya program pemerintah,” bebernya.

Ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh oleh Pemkab Sumenep, terutama agar hasil produksi lokal dapat benar-benar terserap untuk memenuhi kebutuhan MBG.

Dengan demikian, dampak ekonomi program tersebut bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.