Namun ia juga melihat perubahan perlahan terjadi. Gaya hidup mulai bergeser, meski masyarakat tetap tinggal di tanah sendiri. Hal-hal kecil itu sering ia sampaikan dengan nada bercanda, tetapi menyimpan makna tentang perubahan zaman.

Sebagai politisi, Darul mengaku banyak belajar dari sejumlah tokoh, termasuk Sonny Keraf, dalam memahami bagaimana idealisme dan realitas bisa berjalan beriringan.

Pada akhirnya, pilihan Darul sederhana tetapi tidak mudah: tetap berada di sisi nelayan tradisional. Di tengah tarik-menarik kepentingan, ia memilih menjaga laut dan kepercayaan yang dititipkan kepadanya. Tebet, 30 Juli 2017.***