Ia menyebut menu yang diterima siswa terdiri dari nasi putih, telur goreng, tahu goreng, irisan mentimun dan tomat, sambal, serta satu buah salak. Namun, ia menduga kualitas bahan makanan tersebut tidak layak konsumsi.

Wawan bahkan mengaku menerima laporan bahwa nasi yang dibagikan diduga sudah basi, sementara buah salak yang diterima siswa disebut dalam kondisi busuk.

“Kalau sampai terjadi keracunan, siapa yang bertanggung jawab? Ke mana ahli gizinya?,” kata pria asal Tengedan itu.

Ia menegaskan perlunya perbaikan serius terhadap kualitas bahan makanan yang digunakan. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan bersama karena MBG merupakan program prioritas pemerintah.