“Jangan sampai mencoreng nama baik pemerintah dan presiden,” tegasnya.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu juga berharap menu yang diberikan kepada siswa benar-benar sesuai standar gizi nasional.

Ia bahkan meminta dapur yang tidak melakukan pembenahan agar tidak lagi melanjutkan operasionalnya.

“Kalau kepala dapur tidak mau berbenah, sebaiknya dapurnya ditutup,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Alif H. Mawardi maupun Kepala SPPG Moh. Fawaid belum memberikan tanggapan atas berbagai sorotan tersebut.