SUMENEP, MaduraPost - Sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian menguat.

Setelah muncul laporan dugaan penganiayaan karyawan, kini dapur SPPG Yayasan Alif di Kecamatan Batuputih kembali menjadi perhatian publik akibat keluhan soal kualitas menu makanan bagi siswa.

Sejumlah wali murid menilai sajian yang diberikan kepada peserta didik diduga belum memenuhi standar gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kritik tersebut salah satunya disampaikan oleh Wawan, seorang wali siswa di Desa Batuputih Kenek. Menurut Wawan, gagasan program MBG sejatinya memiliki tujuan yang baik, tetapi pelaksanaannya di lapangan dinilai masih bermasalah.

“Programnya sebenarnya mulia. Tapi ada dapur yang diduga menyalahgunakan kewenangan. Namanya makan bergizi gratis, tapi faktanya jauh dari kata layak,” ujarnya, Sabtu (14/2).