Langkah digitalisasi dirancang untuk mengatasi persoalan klasik layanan kesehatan, mulai dari antrean panjang, proses administrasi berbelit, hingga lambatnya akses data medis.
Melalui sistem yang lebih tertata, rumah sakit menargetkan pengalaman layanan yang lebih ramah, cepat, dan akurat bagi masyarakat.
Direktur sumenep" class="inline-tag-link">RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren modernisasi, melainkan kebutuhan mendesak agar layanan kesehatan tetap relevan dan berkualitas.
“Kami ingin masyarakat merasakan pelayanan yang benar-benar mudah, cepat, dan akurat. Transformasi digital ini bukan sekadar tren, tetapi strategi menjawab kebutuhan zaman,” ujar dr. Erliyati, Rabu (4/2).